Rabu, 20 Maret 2013

Contoh Prosa Baru (Cerpen)



Si “Alhamdulillah”

                Pada zaman dahulu di Desa lembah neundeut ada seorang pemuda yang memelihara seekor kuda sejak dari  kecil yang sangat penurut, nama kuda itu adalah “Alhamdulillah”, kuda itu sangat penurut, apabila di panggil langsung datang. Jika di suruh berjalan kita hanya berkata “Alhamdulillah”  langsung tancap kuda itu akan berjalan, sedangkan jika mau berhenti kita ucap “Astagfirullah” si kuda akan langsung berhenti. Mungkin karena di rawat sejak kecil dan latihan yang rutin membuat si kuda menjadi penurut.

                Oman adalah pemilik kuda pintar tersebut, dia sangat sayang dengan kudanya. Di suatu sore hari Oman sedang mengajak bermain kudanya itu keliling taman dekat rumahnya. Ketika sedang di taman Oman bertemu dengan seorang temannya bernama Asep "Assalamualaikum.... gimana kabarnya, kudanya bagus bangeeet.."?
"Baik... ia ni kuda penurut, tinggal ucap hamdalah dia akan berjalan, dan kalau mau berhenti tingal ucap “istigfar"
" aku boleh nyoba gak"?
" oh.. monggo..."
Sang teman mulai mengucapkan hamdalah untuk menjalankannya. "alhamdulilah berangkatlah kuda" dia merasa bosan karna kudanya jalannya terlalu pelan, dia memukul kuda supaya berjalan lebih cepat ,tapi belum berhasil juga, akhirnya dia memukul dan mengucapkan alhamdulillah dengan keras. "PLAK..... ALHAMDULIILLAH......" Kuda itu berjalan dengan cepat ,sehingga orang itu tidak bisa mengendalikanya, di depan matanya terlihat jurang yang sangat dalam , karena sangat gugup dia lupa kata-kata untuk menghentikan kudanya, semua kata-kata keluar dari mulutnya. "ALLAH” kuda belum berhenti. "ROSULALLAH." kuda itu masih belum bisa berhenti. " INALILAH." kuda itu masih tak mau behenti.
Dia sudah putus asa , dia mengucapkan istigfar untuk yang terakhir kalinya. " ASTAGFIRULOH." Tiba-tiba kuda itu berhenti pas di depan jurang itu, dia sangat senang, dan mengucapkan puji syukur kepada Allah. "Alhamdulillah ya Allah kau masih menolongku". karena ucapanya itu, kuda tiba-tiba berjalan dan....dan ,,..

UNSUR INTRINSIK
1. Tema Kuda penurut

2. Alur Cerita Alur maju, karena jalan cerita di jelaskan secara runtut

3. Penokohan:
A. Tokoh utama (Alhamdulillah)      : berwatak penurut dan pintar.

B. Tokoh Pembantu      : 
Oman, wataknya penyayang.

Asep, wataknya mempunyai Rasa ingin tahu yang tinggi

4. Latar:
a. Tempat: Desa lembah neundet,  Taman dekat rumah, dan perjalanan, dekat jurang dalam.

b. Waktu: Zaman dahulu, Sore hari

c. Suasana: Diawal cerita suasana yang timbul biasa saja, tetapi di akhir cerita menegangkan karena terdapat konflik.

5. Sudut Pandang: “Dia” terbatas (mereka tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan sosok dirinya seperti halnya tokoh pertama.)

6. Gaya Bahasa : Aptronim (adalah pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan.)

UNSUR EKSTRINSIK

Nilai moral:
Dalam cerpen tersebut terdapat kandungan nilai moral yaitu seseorang haruslah bersikap menyayangi terhadap   sesama makhluk hidup, sehingga akan membuat suatu ikatan, walaupun dengan seekor kuda

 Nilai Sosial-budaya:
yaitu sesuai dengan kehidupan kita sehari hari, yaitu seorang yang menyayangi seeokor binatang dan melatih hingga menjadi seekor binatang yang penurut. Namun hal ini bertolak belakang dengan kehidupan kita yang tidak menyayangi seekor binatang, bahkan kita memburu dan menagkapnnya demi kebutuhan ekonomi ( pemburuan Orang utan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar